
Bandara Kerteh, atau Lapangan Terbang Kerteh (IATA KTE, ICAO WMKE), terletak di Kerteh, Distrik Kemaman, Negara Bagian Terengganu, di pantai timur Semenanjung Malaysia. Berbeda dari bandara umum, fasilitas ini dimiliki Petronas, perusahaan minyak dan gas nasional Malaysia, dan pengoperasiannya dijalankan Senai Airport Terminal Services.
Bandara ini dibangun untuk mengangkut pekerja Petronas dan mitranya ke anjungan minyak lepas pantai di Laut China Selatan, yang jaraknya sekitar 100 hingga 200 km dari daratan. Sebagian besar kegiatannya berupa penerbangan helikopter yang dioperasikan Malaysia Helicopter Services. Kerteh sendiri dikenal sebagai kawasan industri minyak, gas, dan petrokimia.
Saat ini Bandara Kerteh tidak memiliki penerbangan penumpang terjadwal. Dulu pernah ada layanan penumpang ke Subang, dekat Kuala Lumpur, tetapi rute itu sudah berhenti. Pengelolaan lokasi bandara juga sedang dialihkan dari Petronas kepada Pemerintah Negeri Terengganu, yang akan menentukan pemanfaatannya ke depan.
Artinya, wisatawan yang ingin ke Kerteh atau Kemaman perlu terbang ke bandara komersial lain di pantai timur Semenanjung Malaysia, lalu melanjutkan perjalanan darat.
Bandara ini tidak dilayani transportasi umum. Kendaraan pribadi atau taksi menjadi cara utama untuk keluar masuk kawasan bandara.
Cari penerbangan ke bandara lain di Malaysia dan pesan tiketnya di Traveloka.
Bandara Kerteh berada di Kerteh, Distrik Kemaman, Negara Bagian Terengganu, di pantai timur Semenanjung Malaysia.
Bandara Kerteh memakai kode IATA KTE dan kode ICAO WMKE.
Tidak ada. Bandara Kerteh saat ini tidak memiliki rute penumpang terjadwal. Layanan penumpang ke Subang yang dulu ada sudah berhenti.
Bandara Kerteh dimiliki Petronas dan dioperasikan Senai Airport Terminal Services. Pengelolaan lokasinya sedang dialihkan kepada Pemerintah Negeri Terengganu.
Bandara Kerteh terutama dipakai untuk mengangkut pekerja minyak dan gas ke anjungan lepas pantai di Laut China Selatan.
Kegiatan di Bandara Kerteh didominasi helikopter Malaysia Helicopter Services yang melayani anjungan lepas pantai.
Bandara Kerteh tidak dilayani transportasi umum, sehingga akses keluar masuk mengandalkan kendaraan pribadi atau taksi.
Karena Bandara Kerteh tidak melayani penerbangan penumpang terjadwal, wisatawan sebaiknya terbang ke bandara komersial lain di pantai timur Semenanjung Malaysia, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Kerteh.



