
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Lion Air | 10.15 | 14.40 | Sorong (SOQ) | Jakarta (CGK) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 10.15 | 11.25 | Sorong (SOQ) | Makassar (UPG) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 11.50 | 12.15 | Sorong (SOQ) | Manado (MDC) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 12.10 | 14.35 | Sorong (SOQ) | Surabaya (SUB) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 12.10 | 13.15 | Sorong (SOQ) | Ambon (AMQ) | Pesan Sekarang |
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Lion Air | 10.25 | 11.30 | Ambon (AMQ) | Sorong (SOQ) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 21.30 | 06.00 (+1 days) | Jakarta (CGK) | Sorong (SOQ) | Pesan Sekarang |
Untuk kemudahan perjalanan Anda dari dan menuju bandara, Anda bisa memanfaatkan layanan Antar Jemput Bandara yang bisa dipesan di Traveloka. Yuk, manfaatkan Antar Jemput Bandara untuk kemudahan mobilitas dari dan menuju bandara!
Untuk menuju Bandara Sorong Domine Eduard Osok, Anda bisa menggunakan transportasi publik maupun transportasi pribadi. Anda juga bisa gunakan Antar Jemput Bandara yang tersedia di Traveloka. Dengan transportasi tepat menuju Bandara Sorong Domine Eduard Osok, tentu ada jadi tak ketinggalan jadwal penerbangan Bandara Sorong Domine Eduard Osok.
Bandara Domine Eduard Osok (SOQ) adalah pintu gerbang udara utama menuju Kota Sorong, salah satu kota terbesar di kawasan Papua bagian barat dan pusat aktivitas ekonomi Provinsi Papua Barat Daya. Bandara ini terletak sekitar 8 km dari pusat kota dan menjadi titik keberangkatan maupun kedatangan utama bagi wisatawan yang hendak menjelajahi Raja Ampat, Teluk Sorong, serta wilayah Papua lainnya.
Dengan landasan pacu sepanjang 2.500 meter, SOQ mampu didarati pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 dan Airbus A320, menjadikannya salah satu bandara paling representatif di kawasan Papua. Pesan tiket pesawat dari Bandara Domine Eduard Osok lebih mudah lewat Traveloka, lengkap dengan pilihan maskapai dan jadwal penerbangan terkini.
Terminal SOQ telah mengalami perluasan signifikan hingga sekitar 13.700 meter persegi dengan kapasitas mencapai 1,2 juta penumpang per tahun. Renovasi yang dilakukan menambahkan dua garbarata (jet bridge) dan satu jembatan tetap, sistem penanganan bagasi yang lebih modern, serta desain interior yang mengangkat unsur budaya lokal Papua, termasuk ornamen bermotif buah pinang yang menjadi ciri khas arsitektur bandara ini.
Penumpang dapat menemukan ruang tunggu yang nyaman, konter check-in untuk seluruh maskapai yang beroperasi, musala, toilet, serta beberapa gerai makanan dan minuman di area terminal. Sejak Agustus 2025, SOQ telah mendapatkan status sebagai bandara berkategori internasional, meski rute penerbangan internasional reguler masih dalam tahap pengembangan — saat ini seluruh penerbangan terjadwal dari SOQ masih berupa rute domestik.
Sejumlah maskapai nasional melayani rute dari dan ke Sorong. Garuda Indonesia menghubungkan Sorong dengan Denpasar dan Jakarta, sementara Batik Air melayani rute ke Jakarta, Manokwari, dan Timika. Lion Air menawarkan konektivitas ke Ambon, Jayapura, Makassar, Manado, dan Manokwari, sedangkan Wings Air — dengan armada pesawat yang lebih kecil — melayani rute-rute regional ke Babo, Biak, Fakfak, dan Kaimana. TransNusa turut melayani rute ke Manado dan Timika.
Selain penerbangan komersial reguler, kawasan Sorong juga dilayani penerbangan perintis oleh operator seperti Susi Air yang menjangkau sejumlah wilayah terpencil di pedalaman Papua Barat Daya yang sulit diakses melalui jalur darat.
Karena lokasinya yang relatif dekat dengan pusat kota, akses ke Bandara Domine Eduard Osok umumnya ditempuh menggunakan taksi atau kendaraan sewaan dari dalam Kota Sorong. Sorong sendiri belum memiliki layanan kereta atau transportasi rel, sehingga transportasi berbasis jalan raya — taksi, kendaraan sewa, maupun kendaraan pribadi — menjadi pilihan utama menuju dan dari bandara.
Dengan konektivitas penerbangan yang terus berkembang dan status internasional yang baru disematkan, Bandara Domine Eduard Osok diproyeksikan menjadi simpul transportasi udara yang semakin penting bagi kawasan Papua Barat Daya sekaligus pintu masuk menuju destinasi wisata Raja Ampat yang mendunia.



