
Bagi yang mencari "bandara Takengon", jawabannya adalah Bandara Rembele atau Bandar Udara Rembele. Bandara ini menjadi pintu masuk udara ke Dataran Tinggi Gayo di pedalaman Aceh, kawasan sejuk yang terkenal dengan kopi dan Danau Laut Tawar. Rembele melayani dua wilayah yang bertetangga, yaitu Takengon di Kabupaten Aceh Tengah dan kawasan Redelong di Kabupaten Bener Meriah.
Kode IATA bandara ini adalah TXE, sedangkan kode ICAO-nya WITK. Jadi, kalau Anda bertanya "TXE bandara mana", kode itu merujuk ke Bandara Rembele. Di mesin pencari, nama yang dipakai orang pun beragam: Rembele Airport, Takengon Airport, atau bandara Rembele Takengon. Semuanya menunjuk ke bandara yang sama.
Berbeda dengan bandara besar di kota pesisir, Rembele adalah bandara kecil di daerah pegunungan. Fasilitas dan jumlah penerbangannya terbatas, sehingga perencanaan perjalanan yang matang akan sangat membantu. Halaman ini merangkum informasi yang sudah kami periksa, mulai dari lokasi, rute, hingga tips praktis sebelum terbang.
Meski sering disebut bandara Takengon, secara administratif Bandara Rembele berada di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Posisinya berada di tengah Dataran Tinggi Gayo, jauh dari garis pantai.
Jarak dari Bandara Rembele ke kota Takengon sekitar 20 km. Rutenya melewati jalan pegunungan yang berkelok, jadi waktu tempuh sangat bergantung pada kondisi jalan dan cuaca.
Bagi yang mencari "bandara di Aceh", Rembele adalah salah satu bandara yang melayani wilayah pedalaman provinsi ini. Keberadaannya memangkas perjalanan darat panjang dari kota-kota besar menuju kawasan Gayo, yang sebelumnya harus ditempuh berjam-jam melalui jalan pegunungan.
Rute utama di Bandara Rembele adalah penerbangan antara Takengon (Rembele) dan Medan, tepatnya Bandara Internasional Kualanamu (KNO) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Rute Kualanamu–Rembele dilayani oleh Wings Air dengan pesawat baling-baling ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Pesawat jenis ini cocok untuk rute jarak pendek dan bandara di daerah perbukitan seperti Rembele.
Lama terbang antara Kualanamu dan Rembele sekitar 45 menit hingga satu jam. Dibandingkan perjalanan darat dari Medan ke Takengon yang panjang dan berliku, penerbangan ini menghemat banyak waktu.
Banyak orang mencari "jadwal penerbangan bandara Rembele Takengon" dan "tiket pesawat Rembele Medan". Karena frekuensi penerbangan di bandara kecil bisa berubah mengikuti musim dan kebijakan maskapai, cara paling aman adalah mengecek jadwal terbaru langsung saat memesan. Kursi di pesawat ATR juga terbatas, sehingga tiket pada tanggal ramai seperti musim libur dan menjelang hari raya bisa cepat habis.
Penumpang dari Jakarta, Surabaya, atau kota lain di Indonesia umumnya terbang lebih dulu ke Kualanamu, lalu menyambung ke Rembele. Saat memilih penerbangan sambungan, beri jeda waktu yang cukup di Kualanamu untuk mengambil bagasi dan check-in ulang, terutama jika kedua penerbangan dipesan terpisah.
Bandara Rembele memiliki satu landasan pacu berukuran 2.250 x 30 meter. Landasan ini merupakan hasil perpanjangan dari ukuran semula 1.400 x 30 meter, dan apron juga diperluas menjadi 95 x 150 meter. Dengan ukuran tersebut, landasan Rembele dapat didarati pesawat seukuran Boeing 737. Pengembangan landasan dan apron tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Bener Meriah.
Sebagai bandara kecil, Rembele memiliki satu gedung terminal penumpang dengan ruang tunggu, area check-in, dan tempat pengambilan bagasi. Jangan berharap deretan restoran atau toko seperti di bandara kota besar. Siapkan makanan ringan, air minum, dan uang tunai secukupnya sebelum tiba, apalagi jika Anda melanjutkan perjalanan ke daerah terpencil.
Karena berada di dataran tinggi, udara di sekitar bandara terasa sejuk dan bisa dingin di pagi hari. Bawa jaket ringan di tas kabin agar nyaman saat tiba.
Bandara Rembele tidak memiliki layanan kereta, dan informasi angkutan umum terjadwal dari bandara sulit dipastikan. Cara yang paling bisa diandalkan adalah mengatur penjemputan sebelum berangkat, misalnya melalui hotel, penginapan, keluarga, atau rekan di Takengon dan Bener Meriah.
Apa pun pilihannya, konfirmasi penjemputan sehari sebelumnya dan simpan nomor telepon penjemput. Sinyal seluler di daerah pegunungan bisa naik turun.
Takengon adalah ibu kota Kabupaten Aceh Tengah dan terletak di tepi Danau Laut Tawar, danau pegunungan yang menjadi ikon kawasan ini. Pemandangan danau yang dikelilingi perbukitan menjadikannya tujuan favorit untuk bersantai, berfoto, dan menikmati udara sejuk.
Dataran Tinggi Gayo juga dikenal sebagai penghasil kopi Gayo, kopi arabika yang dikenal luas di Indonesia maupun luar negeri. Wisatawan bisa mengunjungi kebun kopi, melihat proses pengolahan, dan mencicipi kopi langsung di kedai-kedai lokal di Takengon dan Bener Meriah.
Perjalanan ke kawasan Gayo menawarkan suasana yang berbeda dari kota pesisir Aceh. Dengan penerbangan dari Medan ke Bandara Rembele, akses ke dataran tinggi ini menjadi jauh lebih singkat.
Karena penerbangan ke Rembele terbatas, membandingkan jadwal dan memesan lebih awal adalah langkah terbaik. Di Traveloka, Anda bisa mencari penerbangan ke Takengon melalui Kualanamu, melihat jadwal yang tersedia, dan mengaktifkan Price Alert untuk memantau perubahan harga tiket.
Siap menikmati sejuknya Gayo? Cari dan pesan tiket pesawat ke Bandara Rembele di Traveloka sekarang.
Sebaiknya tiba di Bandara Rembele sekitar 90 menit sebelum jadwal terbang. Perjalanan darat ke bandara melewati jalan pegunungan yang bisa terhambat hujan atau kabut, dan penerbangan di Rembele jumlahnya sedikit, sehingga tertinggal pesawat bisa berarti menunggu jadwal berikutnya cukup lama. Cek juga batas waktu check-in maskapai.
TXE adalah kode IATA untuk Bandara Rembele, bandara yang melayani Takengon di Kabupaten Aceh Tengah dan kawasan Bener Meriah di Provinsi Aceh. Kode ICAO-nya WITK. Jika tiket Anda menuliskan TXE, berarti penerbangan tersebut berangkat dari atau tiba di Bandara Rembele.
Rute Kualanamu (Medan)–Rembele dilayani oleh Wings Air dengan pesawat baling-baling ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Lama terbangnya sekitar 45 menit hingga satu jam. Karena jadwal di bandara kecil dapat berubah, periksa jadwal terbaru saat memesan tiket agar rencana perjalanan Anda tetap aman.
Bandara Rembele berada di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, di tengah Dataran Tinggi Gayo. Walau sering disebut bandara Takengon, bandara ini secara administratif masuk wilayah Bener Meriah. Jaraknya sekitar 20 km dari kota Takengon melalui jalan pegunungan.
Penerbangan ke Bandara Rembele memakai pesawat ATR 72 yang ruang kabin dan bagasinya lebih kecil dibanding pesawat jet. Cek jatah bagasi di tiket Anda, hindari koper kabin besar, dan kemas oleh-oleh seperti kopi Gayo dengan rapat agar beratnya tetap dalam batas yang diizinkan.
Belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Bandara Rembele. Penumpang biasanya terbang lebih dulu ke Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, lalu menyambung dengan Wings Air ke Rembele. Beri jeda waktu cukup di Kualanamu, terutama jika kedua penerbangan dipesan terpisah dan bagasi harus di-check-in ulang.
Bandara Rembele memiliki satu landasan pacu berukuran 2.250 x 30 meter, hasil perpanjangan dari 1.400 meter. Apronnya juga diperluas menjadi 95 x 150 meter. Dengan ukuran ini, landasan dapat didarati pesawat seukuran Boeing 737. Pengembangan tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Dari Bandara Rembele, wisatawan biasanya menuju Takengon di tepi Danau Laut Tawar, danau pegunungan yang menjadi ikon Aceh Tengah. Kawasan Dataran Tinggi Gayo juga terkenal dengan kebun kopi arabika Gayo yang bisa dikunjungi, lengkap dengan kedai kopi lokal di Takengon dan Bener Meriah.
Bandara Rembele tidak memiliki layanan kereta, dan angkutan umum terjadwal dari bandara sulit dipastikan. Cara paling andal adalah mengatur penjemputan sebelum terbang, lewat hotel, keluarga, atau kendaraan sewaan dengan sopir. Jarak ke Takengon sekitar 20 km melalui jalan pegunungan yang berkelok.



